UNICEF Adakan Kunjungan Penanganan ATS Di Tambirejo

  • Jun 28, 2024
  • Admin Tambirejo
  • BERITA DAN KABAR DESA, KEGIATAN, PEMBANGUNAN

Tambirejo-Grobogan (28-06-2024) dalam rangka penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Grobogan sebagaimana data dari PUSDATIN ada kurang lebih 13.000 anak yang masuk ATS ( Anak Tidak Sekolah), maka Pemerintah Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan UNICEF untuk menuntaskan masalah tersebut. UNICEF ( United Nations International Children's Emergency Fund)  adalah salah satu badan di bawah PBB yang memberikan pelayanan teknis, pembangunan kapasitas, advokasi, perumusan kebijakan, dan mempromosikan isu-isu mengenai anak dan perempuan. Untuk tahap awal Pemerintah Kabupaten Grobogan mengadakan lokus pada enam desa di enam kecamatan, salah satunya adalah Desa Tambirejo.

Sejak bulan Mei 2024 Pemerintah Desa Tambirejo  telah mengadakan verifikasi factual data dari Pusdatin, bahwa Tambirejo pada tahun ini ada 79 anak terduga ATS. Setelah dilaksanakan verifikasi factual dari 79 terduga ATS tersebut ternyata hanya ada 24 orang yang masuk ATS, yang 55 anak masih sekolah. Dan data tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan melalu Bappeda. Dari hasil tersebut ditindaklanjuti dengan adanya kunjungan lapangan pada keluarga yang ada ATSnya tersebut. Desa Tambirejo pada hari Kamis, 27 Juni 2024 ada dua rumah tangga yang dikunjungi tim dari UNiCEF bersama OPD terkait Kabupaten Grobogan.

“ Anak usia sekolah adalah anak usia 6 s.d 18 tahun, anak usia sekolah wajib sekolah, dan bukan untuk bekerja, itu merupakan tanggung jawab dari orang tua, apalagi saat ini sekolah negeri dari SD s.d SMA adalah gratis, orang tua wajib memberikan dorongan kepada anak agar mau sekolah, bilamana saat ini anak kok sudah bekerja, anak bisa kembali mendaftar sekolah lewat PKBM terdekat degann jalur paket C untuk setingkat SLTA, dan pembelajaran bisa disampaikan lewat online’, jadi saat ini tak ada kata sulit untuk proses pembelajaran” ujar DR. Jasman dari UNICEF dalam memotivasi keluarga yang ada ATSnya.

Adapun tanggapan orang tua ATS, karena  anaknya tidak berada di rumah namun bekerja di luar kota dan luar pulau, orang tua anak menyadari masalah hal tersebut, dan berusaha untuk mengarahkan anaknya agar bersedia kembali lagi ke sekolah. Dari 24 ATS tersebut rata rata lulusan SLTP, dan mereka sudah bekerja di sector non formal di luar kota.  Pemerintah Desa sendiri harus juga bekerja keras untuk memotivasi warganya masalah pentingnya pendidikan dasar 12 tahun, jadi anak sekarang minimal harus sudah lulus SLTA sederajat .   Semoga semuanya mendapatkan ridha Allah SWT. Aamiin.