Kader PKK Desa Tambirejo sedang membuat face shield ( dok. Soesi )

Tambirejo- Grobogan ( 26-08-2020). Kader PKK Tambirejo berhasil membuat  1700 buah face shields . Kegiatan tersebut disponsori oleh DP3AP2KB  Provinsi Jawa Tengah, lewat DP3AKB Kab. Grobogan. Tujuan dari pembuatan face shields yang dikerjakan oleh perempuan, untuk pemberdayaan perempuan rentan agar mendapatkan penghasilan dalam masa pandemi covid 19. Yang mana dengan adanya covid 19 sejak awal tahun tersebut cukup membuat goyah perekonomian keluarga. Karena banyak lokasi kerja yang tutup dan atau mengadakan pengurangan tenaga kerja.

Face Shields sendiri saat ini  dibutuhkan banyak orang, sebagai salah satu kelengkapan pelindung diri, untuk pencegahan covid 19, yang dipakai setelah menggunakan masker. Maka sangat tepat bila BP3AP2KB mengadakan program pembuatan face shields untuk kelompok perempuan rentan. Desa Tambirejo merupakan salah satu desa yang terdapat Kampung KB menjadikan salah satu sasaran untuk pemberdayaan perempuan. Dengan mendayagunakan perempuan bisa membantu mencari nafkah, dengan sendirinya akan terjadi peningkatan kesejahteraan keluarga.

Selama kurang lebih 3 hari 10 orang kader PKK berjibaku untuk membuat face shields tersebut,  dan semua dapat selesai dan telah dikirim ke dinas terkait.  Satu unit face shields diberikan upah pembuatan sebesar  Rp.2.750,- jadi masing – masing kader  yang telah membuat 170 unit  face shields akan menerima uang sebesar Rp. 467.500.-.  BP3AKB Kabupaten Grobogan selama ini cukup peduli dengan kegiatan pemberdayaan perempuan. Dengan Penyuluh KB yang terjun ke lapangan langsung bisa optimal dalam pemberdayaan perempuan. Dari awal badan tersebut yang bernama BKKBN sejak tahun 1970 an telah berusaha dengan maksimal untuk program Keluarga Berencananya dan berhasil menekan angka petumbuhan penduduk. Tak hanya itu saja kiprah BKKBN,  selama ini seperti program Posyandu yang saat ini berjalan juga yang membindani adalah BKKBN, ada juga program BKB, BKR, BKL dan banyak program lagi. Yang mana saat ini ada beberapa program telah diampu oleh beberapa kementerian.

Namun seiring waktu berjalan banyak petugas Penyuluh KB yang purna tugas, namun belum ada pengangkatan penyuluh baru, sehingga satu petugas penyuluh KB harus mengampu beberapa desa, sehingga menjadikan kendala dalam melaksanakan pembinaan di desa- desa.  Saat ini dalam perkembangan jaman tidak hanya penyuluhan bidang keluarga berencana namun juga pemberdayaan juga perlindungan perempuan  dan anak, yang muaranya adalah satu yaitu peningkatan kesejahteraan keluarga. Bilamana semua keluarga di Indonsia sejahtera berarti sejahtera juga Indonesia. Semoga semuanya bisa tercapai dengan kerja keras semua elemen yang ada di NKRI ini, dan tentu semua dengan ridha Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *