Tambirejo-Grobogan (03-03-2021). Musim panen padi MT 1 di Tambirejo dan sekitarnya hampir berakhir, petani yang biasanya ceria untuk kali ini kelihatan lesu. Hasil panen padi kwantitas dan kwalitas tetap sama , namun harga gabah turun dratis, biasanya tebasan per seperempat bau  kurang lebih seluas 1660 m²   dihargai  5 ( lima ) juta  s.d 7 ( tujuh ) juta,  saat ini tinggal 3 ( tiga ) juta s.d  5 ( lima ) juta. Atau per kg kering panen hanya dihargai sekitar Rp.4.000,- ( empat ribu rupiah ) padahal tahun lalu mencapai Rp. 5.000,- ( lima ribu rupiah ).  Padahal ongkos produksi pertanian semua naik dari pengolahan tanah sampai panen. Apalagi masalah pupuk stoknya terbatas dengan harga jual yang melangit. Namun petani di desa Tambirejo dan sekitarnya  tetap bersyukur karena jerih payah mereka selama  empat bulan masih bisa dipanen, karena banyak tempat yang lain tidak bisa panen akibat bencana banjir. Dengan keadaan ini seharusnya harga gabah naik namun kali ini sebaliknya, harga gabah malah jatuh.

Kemarin Selasa , 2 Maret 2021 BPD Tambirejo atas permintaan Pemerintah Desa Tambirejo mengadakan rapat bersama untuk membahas pelaksanaan sewa tanah musim sewa tahun 2021-2022 ( MK 2021, MT 1 dan MT 2 tahun 2022 ). Rapat tersebut dipimpin Ketua BPD Tambirejo Agus Sumaryono dengan pembawa acara Supriyadi SP, selaku Sekretaris BPD. Selain Pemerintah Desa juga hadir Bhabinkamtibams Desa Tambirejo AIPTU Agus Suwigyo.  Kepala Desa Tambirejo Yakub Raras Puspitianianto, S.Sos. didampingi Sekretaris Desa Tambirejo, Sarah, SE menyampaikan paparan rencana pelaksanan sewa tanah kas desa tersebut yang meliputi tanah kas desa yang dilelang, luas tanah ,  lokasi tanah , estimasi harga dasar dan tata cara sewa tanah kas desa. Luasan tanah yang disewakan pada tahun ini ada penambahan karena pengembalian dari eks bengkok Kaur Keuangan , eks bengkok Kaur TU dan Umum serta eks bengkok penghargaan janda pensiunan Kadus Tambirejo. Harga dasar mengingat saat ini harga panen yang merosot tajam, direncanakan turun 20 % dari harga sewa tahun 2020. Untuk sistem lelang dengan cara sewa terbuka siapa penawar harga yang paling tinggilah yang menang, setelah melewati 3 kali penawaran. Adapun peserta adalah warga Desa Tambirejo yang sebagai tulang punggung keluarga. Setiap pemenang sewa hanya berhak menerima satu petak tanah, namun hal ini bisa menambah bila ada sisa tanah yang disewakan, dan peserta lain tidak berminat.  Karena saat ini masih musim pendemi covid 19, maka pelaksanaan sewa tanah kas desa tetap dengan prokes kesehatan. Waktu pelaksanaan sewa dibuat dua tahap, untuk tahap pertama dilaksanakan pagi hari dari jam 09.00. WIB s.d 12.00. WIB untuk petak tanah kas desa yang berada di utara jalan raya dan tahap kedua jam 13.00 WIB, s.d. 15.00 WIB untuk petak tanah kas desa di selatan jalan raya. Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *