Tambirejo- Grobogan (18-10-2019),  Empat bulan lalu Taman Suwuk Nusantara Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo telah kami beritakan https://tambirejo-grobogan.desa.id/taman-suwuk-nusantara/, yang menurut rencana akan dilaunching pada tanggal  1 Muharam 1441 H atau bertepatan pada tanggal 1 September 2019. Namun acara launching tersebut baru terselenggara pada malam hari Jum’at, 18 Oktober 2019,  pada pukul 09.00 WIB..  Luar biasa acara launching tersebut, karena dihadiri langsung oleh KH. Emha Ainun Najid atau akrab disebut CAK NUN,  seorang Budayawan Nasional sekaligus  tokoh intelektual Islam di Indonesia yang merupakan cucu dari KH. Imam Zahid ( salah satu dari empat santri Mbah Kyai Kholil Bangkalan , tiga santri lainnya yaitu :  KH. Romli, KH. Hasyim Ashari Pendiri Nahdatul Ulama dan  KH. Darwis atau KH.Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah.

Acara launching Taman Suwuk Nusantara di hadiri oleh beberapa Pejabat Kabupaten Grobogan diantaraya Bp. Drs. Ngadino MM ( Ka Disporabudpar ), Drs. Amin Hidayat MM ( Ka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ), Camat Toroh Drs. Muhamad Arifin, Kabag Op Polres Grobogan Kompol Sugino,  Kapolsek Toroh , Danramil Toroh dan Kepala Desa Tambirejo beserta jajarannya. Ibu Bupati sendiri berhalangan hadir karena bersamaan acara di Polda Jateng dalam rangka do’a bersama. Dalam sambutan Bupati Grobogan yang disampaikan Drs. Ngadino, MM bahwa  Bupati Grobogan sangat berterima kasih kepada Kyai Muhammad Gufron, karena telah berpartisipasi dalam pengembangan wisata di Grobogan dengan adanya destiniwisata baru taman edukasi dan pengobatan berupa Taman Suwuk Nusantara, semoga semakin berkembang dan nantinya Desa Tambirejo bisa dijadikan Desa Wisata.

Peresmian Taman Suwuk Nusantara ditandai dengan penanaman pohon Genitri dan penandatanganan prasasti oleh CAK NUN.

“  Taman suwuk ini merupakan sesuatu yang luar biasa, karena telah menghidupkan kembali kearifan lokal yang ada berupa sarana pengobatan yang telah ada di Jawa sejak dulu sebelum adanya penjajahan barat dengan membawa budaya adat yang masuk di bumi nusantara. Suwuk bukan pengobatan alternatif karena lebih dulu ada dari pada pengobatan cara dokter, tapi pengobatan dokter lah yang seharusnya disebut pengobatan alternatif. Selama ini kita dinina bobokan oleh penjajah sehingga melupakan yang ada di bumi nusantara” ujar Cak Nun dalam prakatanya.

Acara dilanjutkan dengan ngaji bareng bersama Cak Nun, namun ditempat lain yang masih di lingkungan Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo Dusun Sendangsari Desa Tambirejo, Semoga  dengan ridha Allah swt, Taman Suwuk Nusantara bisa berkembang dan bermanfaat bagi semua umat manusia. Aamiin. admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *