Lelang Sapi Kelompok Ternak Martini Indah Dusun Sanggeh Desa Tambirejo ( doc. shp)

Tambirejo-Grobogan (08-11-2022), Lelang Sapi ! mungkin agak asing kalimat tersebut kita dengar, karena mungkin yang yang sering kita dengar adalah kalimat “ Lelang Tanah, Lelang Rumah, Lelang Mobil, Lelang Motor yang dilakukan oleh balai lelang, atau juga ada lelang tanah banda desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa . Ya..  hari ini entah yang keberapa kalinya peternak sapi Dusun Sanggeh yang tergabung dalam Kelompok Ternak Martini Indah mengadakan kembali lelang sapi.

Sejak pagi hari para peternak sudah menyiapkan sapi- sapinya di tempat lelang yang berada di selatan kandang sapi kelompok ternak. Dan hari – hari sebelumnya pengurus telah memberikan undangan kepada para pedagang sapi, untuk turut serta mengikuti lelang sapi. Hari ini ada belasan ekor sapi baik kecil maupun besar yang dilelang, dan yang hadir tak hanya para pedagang, namun juga warga masyarakat turut serta meramaikan acara tersebut.

Warga pemenang lelang membawa pulang sapi seharga Rp, 14.250.000, (doc. shp )

Kepala Desa Tambirejo bersama Kepala Dusun Sanggeh selaku kepala dusun setempat juga turut hadir memantau pelaksanaan lelang sapi tersebut. Babinsa maupun Bhabinkamtibmas Desa Tambirejo juga turut serta dalam acara tersebut. Jam di handphone menunjukkan pukul 09.30 WIB acara lelang sapi dimulai, Ketua Panitia  Parjiyono yang sehari- hari sebagai owner Kerawitan Mustika Laras Sanggeh menawarkan  harga sapi satu persatu, yang dimulai  dari ujung barat. Tawar menawar pun ramai antar peminat baik dari petani maupun pedagang, dan harga tertinggi sebagai pemenang. Untuk warga anggota kelompok ternak yang memenangkan lelang, sapi langsung dibawa dan ke kandang kelompok, sedangkan bagi warga non anggota kelompok ataupun pedagang langsung dibawa pulang atau dinaikkan truk.

“ Lelang kali ini agak lesu karena harga sapi di bawah harga normal, hal ini terjadi karena hasil panen petani banyak yang gagal karena adanya hama tikus. Saat ini para penggaduh mungkin mengalami kerugian karena harga pakan yang mahal baik konsentrat, hijauan maupun limbah pertanian yang harus didatangkan dari luar daerah, satu truk engkel jerami seharga Rp. 800.000,- s.d Rp. 900.000,- “ ujar Aan panggilan akrab Kepala Desa Tambirejo yang turut memantau pelaksanaan lelang sapi.

Perlu kami sampaikan  menurut penjelasan Kepala Dusun Sanggeh Arjuna Yoga Pratama, bahwa sapi yang dilelang merupakan sapi hasil arisan anggota kelompok ternak Martini Indah, yang diadakan per musim panen, yang anggotanya kurang lebih ada 50 ( lima puluh ) orang. Setiap arisan ada pembelian sapi dua sampai empat ekor sapi , dan sapi tersebut dipiara ( digaduh )  oleh peternak yang mau. Nanti peternak akan mendapatkan bagi hasil sebesar 50% ( lima puluh persen ) dari keuntungan setelah sapi tersebut dijual dalam acara lelang sapi tersebut, demikan pula anggota arisan akan  mendapatkan bagi hasil dari keuntungan lelang sapi tersebut setiap periode arisan ( satu periode arisan kurang  lebih tiga tahun ).

Acara lelang berakhir kurang lebih pukul 13.00 WIB, dan panitia pun merekap hasil penjualan, namun masih berupa rekap, karena pembayaran lewat transfer akan dilakukan paling lambat seminggu kemudian. Semoga dengan adanya lelang sapi ini tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan warga masyarakat umumnya, serta ketahanan pangan akan protein hewani di Indonesia bisa terjaga. Aamiin. (shp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.