Dari kiri ke kanan : Kyai Roni, Bp. Drs. Amin Hidayat, M.Pd. Cah Nun dan Gus Mbodo dalam acara Milad Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo yang ke 14 pada tanggal 19-10-2019.

Tambirejo- Grobogan (19-10-2019),  Semalam dalam rangka Milad Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo yang ke 14, Milad Pencak Silat pagar Nusa Padepokan Satriya Mbodo yang ke-5 dan Peresmian Taman Suwuk Nusantara, Kyai Muhammad Gufron Mulyadi, atau familier dengan sebutan GUS MBODO, kembali membuat kejutan. Ya Kyai muda dan eksentrik ini pada tahun ini menghadirkan seorang tokoh sastrawan/ budayawan kondang Indonesia sekaligus Kyai dan tokoh intelektual Islam yaitu KH. Emha Ainun Najib atau sering disebut CAK NUN. Selama ini Gus Mbodo dalam setiap kegiatan milad ponpes maupun akhirussanah sering mengundang tokoh tokoh dari seni budayawan yang sekaligus seorang rohaniawan. Ada KH. Caping Gunung Budi Harjono,  Noe Letto ( Sabrang Mowo Damar Panuluh ) , Sujiwo Tejo, group musik dan lawak Temlo, Kyai Joko Goro- Goro dan banyak lagi tokoh seni budayawan yang lainnya. Memang Gus Mbodo agak berbeda dengan Gus yang lain.

Dari kiri ke kanan : Sarah ( sekdes Tambirejo), Kades Banjarejo ( Ahmat Taufiq ) dan Kades Tambirejo ( Y.R. Puspitanianto, S.Sos. )

Acara ngaji Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng di Ponpes Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo mengambil tema “ Kebenaran di atas kebenaran yang lain “ dihadiri ribuan Jamah Maiyah. Di maiyah ini semua orang berposisi sama tak ada guru dan murid, jamaah tidak boleh taat pada Cak Nun namun yang ditaati adalah Rosullullah dan Allah Swt, itu yang selalu disampaikan Cak Nun dalam awal kegiatan ngaji bareng. Acara ngaji bareng dengan Cak Nun semalam selain dihadiri ribuan jamaah, juga dihadiri Pejabat Kabupaten Grobogan diantaraya Bp. Drs. Ngadino MM ( Ka Disporabudpar ), Drs. Amin Hidayat MM ( Ka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ), Camat Toroh Drs. Muhamad Arifin, Kabag Op Polres Grobogan Kompol Sugino,  Kapolsek Toroh , Danramil Toroh dan Kepala Desa Tambirejo beserta jajarannya. Ibu Bupati Hj. Sri Sumarni, SH, MM sendiri berhalangan hadir karena bersamaan acara di Polda Jateng dalam rangka do’a bersama.

“ Kebenaran itu ada tiga , yaitu : Kebenaran menurut diri sendiri, kebenaran menurut orang lain dan kebenaran yang haqiqi yaitu kebenaran menurut Allah swt yang pasti benar. Jadi kebenaran di dunia ini sering dilihat dari sudut pandang yang berbeda mengakibatkan persepsi dan kesimpulan yang berbeda, namun semua itu kebenaran yang paling benar adalah kebenaran milih Allah swt” ujar Cak Nun.

Ngaji bereng bersama Cak Nun juga ada acara dialogis antara Cak Nun dengan jamaah yang hadir, selain hal tersebut juga ada kegiatan atrakasi pencak silat Pagar Nusa Padepokan Satriya Mbodo oleh para santri Darul Falah Ki Ageng Mbodo yang diiringi oleh musikal Kyai Kanjeng. `Semakin larut malam semakin gayeng, tak terasa jam dinding terus berputar sampai jarum pendek jam menujuk angka 1 dan yang panjang menunjuk angka 6, akhirnya acara ngaji bareng diakhiri dengan pembacaan surat  Ar Rahman dan ditutup dengan do’a. Ribuan jamaah pulang dengan tertib meskipun ada juga sebagian yang rela antri untuk bersalaman dengan Cak Nun.

Luar biasa… itu yang dapat kami katakan , terima kasih Gus Mbodo dan Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo yang selalu memberikan kejutan dalam hal kebaikan kepada warga Dusun Sendangsari dan sekitarnya. Semoga semuanya mendapatkan ridha Allah swt. Aamiin. Admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.