Tambirejo- Grobogan, (13-09-2019). Tahun baru Islam , tahun 1441 Hijriyah yang diawali tanggal 1 Muharam bertepatan dengan  tanggal 1 September 2019, sampai saat ini masih semarak untuk diperingati. Ada yang diperingati dengan syukuran kendurian di rumah- rumah atau pun mushola sesuai adat dan budaya yang selama ini telah berlangsung diberbagai tempat. Di Desa Tambirejo peringatan  tahun baru hijriyah juga sudah berlangsung lama, yang sering disebut dengan SURONAN. Dulu acara suronan diperingati dengan acara kenduri disetiap rumah warga dengan menyajikan ingkung bersama kelengkapan lainnya. Bahkan pada hari ke tujuh masih juga diperingati dengan bancakan sega golong (nasi yang ditanak dalam periuk kecil) yang disajikan dengan urapan dan telur ayam kampung. Seiring waktu budaya seperti di atas semakin terkikis, dan diganti dengan acara yang lain.

Pada Jum’at malam bertempat di balai desa Tambirejo, Pemerintah Desa Tambirejo telah melaksanakan kegiatan peringatan tahun baru hijriyah. Pemerintah Desa Tambirejo mengundang Ketua RT dan RW, anggota BPD, pengurus LPMD, Tim Penggerak PKK, Tokoh Agama, Perangkat Desa dan tak lupa adalah anak yatim. Sebanyak 65 orang anak yatim yang didampingi walinya, pada acara tersebut mendapatkan santunan dari Pemerintah Desa Tambirejo. Kalau di ukur nilanya memang tidak seberapa,  namun dengan kegiatan ini, bisa menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Tambirejo dalam masa kepemimpinan Kepala Desa Bapak Yakub Raras Puspitanianto, S.Sos, termasuk Pemeritah Desa yang peduli anak yatim. Sudah beberapa kali kegiatan acara santunan anak yatim dilaksanakan, baik secara serentak di balai desa maupun langsung diberikan kepada anak yatim di rumahnya masing- masing.

Bulan Muharam/ syura saat identik dengan bulan anak yatim , maka tak heran bilamana di dusun- dusun di wilayah Desa Tambirejo sejak tanggal 10 Muharam juga mengadakan kegiatan santunan anak yatim. Masyarakat sedikit demi sedikit mulai peduli dengan anak yatim, meskipun baru tahap awal sebatas dengan memberikan santunan buat anak yatim pada acara tahunan di bulan Muharam. Semoga hal ini menjadi titik awal yang baik untuk bisa berbuat lebih banyak untuk anak yatim. Selain memberikan santunan kepada anak yatim Pemerintah Desa juga memberikan bingkisan kepada pengelola TPQ yang ada di wilayah Desa Tambirejo.

“ Kegiatan santunan anak yatim ini semoga bisa menjadikan kami beristiqomah dalam kebaikan untuk bersama sama membangun Desa Tambirejo agar masyarakatnya sejahtera secara lahir dan batin dengan ridha Allah swt”  ujar Aan Kepala Desa Tambirejo.

Acara peringatan tahun baru hijriyah di balai Desa Tambirejo dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustadz H. Ali Mutaqin dari Purwodadi. Dalam tausiah tersebut Ustadz Ali Mutaqin menyampaikan bahwa dengan bergantinya tahun baru hijriyah bagi kita mempunyai makna usia kita ditambah, namun kontrak kita hidup dunia dikurangi. Dengan masa kontrak yang semakin berkurang ini, kita harus bisa mawas diri atau berinstropeksi diri, bagaimana kehidupan kita yang telah kita jalani, apakah penuh dengan amal kebaikan atau sebaliknya. Dengan mawas diri tersebut kita harus bisa mengambil sikap untuk kehidupan yang akan datang sebagai bekal untuk diakhir hayat nanti. Selama ini mungkin kita kelihatan baik hal ini karena keburukan kita ditutup Allah swt. Kita harus bisa berbuat baik dan berprasangka baik terhadap semuanya agar hati kita nyaman. Kadang kita tak menyadari selalu mencari keburukan orang lain tapi tidak melihat diri kita yang juga mungkin penuh dengan keburukan. Makanya dengan bergantinya tahun ini mari kita berhijrah untuk menggapai ridha Allah swt. Bulan muharam ini adalah bulan yang penuh kemulyaan, mari kita bahagiakan orang- orang disekitar kita, terlebih untuk anak- anak yatim. Kita harus membantu mereka, agar mereka bisa juga merasakan kebahagiaan hidup di dunia fana ini.

Semoga semuanya mendapatkan ridha Allah, Swt. Aamiin. (adminshp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *