Analisa Awal Musim Hujan 2020/2021

Informasi  keadaan iklim terkini,  tercatat seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini telah memasuki musim hujan,  seperti yang telah diprediksikan sejak Agustus 2020 lalu, dimana Puncak Musim Hujan diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2021. Untuk itu tetap perlu terus  diwaspadai terjadinya cuaca ekstrem hingga bulan Februari, bahkan masih mungkin terjadi pula hingga bulan Maret 2021 nanti. 

Sebagia besar Wilayah Jawa Tengah Memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober 2020 yaitu sebesar 81.4%, 44 zom; sebagian kecil (7.4%, 4 zom) wilayah yang telah memasuki awal musim hujan pada dasarian III bulan September 2020 meliputi sebagian Cilacap; sebagian wilayah utara Banyumas dan Purbalingga; sebagian wilayah selatan Pekalongan dan Pemalang; sebagian kecil wilayah tenggara Tegal; sebagian wilayah barat laut Banjarnegara dan sebagian yang lain wilayah yang memasuki awal musim hujan pada bulan November (5.6%, 3 zom) meliputi sebagian Karanganyar dan Rembang; sebagian wilayah timur laut Wonogiri; sebagian kecil wilayah tenggara Sukoharjo; sebagian kecil wilayah timur laut Jepara; sebagian kecil wilayah utara Pati. Sedangkan Kota Tegal dan Pekalongan; sebagian wilayah utara kab. Tegal Pekalongan dan Pemalang; sebagian wilayah barat laut Batang awal musim hujan terjadi pada bulan Desember 2020

Analisa Awal Musim Hujan 2020/2021

Sebagian besar wilayah Jawa Tengah mengalami Awal Musim Hujan 2020/2021 sama dan mundur dari normalnya sebanyak 38 zom (70.4%). Sebagian kecil mengalami Awal Musim Hujan 2020/2021 maju sebanyak 16 zom (29.6%).

Dari faktor-faktor pengendali iklim di wilayah Indonesia, saat ini yang sedang aktif berpengaruh adalah Monsoon Asia serta Daerah Konvergensi Antar Tropis (ITCZ) atau Zona Pertemuan Angin dari arah Asia dan dari arah Australia yang  memperlihatkan anomali yang  mengarah pada penguatan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia.  Fenomena La Nina saat ini juga masih aktif dengan Indeks moderat yang mengarah ke kondisi lemah dan diprediksi menjadi normal pada bulan Mei 2021. Bahkan MJO yang merupakan pergerakan kumpulan awan-awan hujan dari Samudera Hindia sebelah Timur Afrika yang saat ini sedang melintasi wilayah Indonesia menuju Samudera Pasifik, juga berpengaruh dalam meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia.

Analisa Curah Hujan Bulan Januari  2021

Pada Dasarian I bulan Januari 2021, sebagian besar wilayah Jawa Tengah bagian tengah dan wilayah Jepara memiliki curah hujan dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi dengan curah hujan berkisar antara 151mm sampai dengan >300mm. Sebagian besar wilayah timur Jawa Tengah dan sebagian wilayah pesisir utara dan patai selatan serta di wilayah Jawa Tengah bagian barat memiliki curah hujan dalam kategori menengah berkisar antara 51 – 150 mm. Sebagian kecil tersebar secara tidak merata di wilayah timur dan barat Jawa Tengah memiliki curah hujan dalam kategori rendah berkisar antara 21 – 50 mm meliputi sebagian besar Kota Tegal; sebagian Grobogan; sebagian kecil wilayah tengah Cilacap; sebagian kecil wilayah timur laut Brebes dan Pati; sebagian kecil wilayah utara Batang, Kendal dan Kota Semarang; sebagian kecil wilayah barat laut Rembang.

Pada Dasarian II bulan Januari 2021umumnya wilayah Jawa Tengah memiliki curah hujan dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi dengan curah hujan berkisar antara 151mm sampai dengan >300mm. Beberapa wilayah memiliki curah hujan dalam kategori menengah berkisar antara 51 – 150 mm. Sebagian kecil tersebar secara tidak merata di wilayah timur dan barat Jawa Tengah memiliki curah hujan dalam kategori rendah berkisar antara 21 – 50 mm

Curah hujan pada Dasarian III bulan Januari 2021 umumnya wilayah Jawa Tengah memiliki curah hujan dalam kriteria Menengah hingga Sangat Tinggi (51 hingga > 300 mm per dasarian). Sedangkan Sebagian kecil wilayah Kab. Cilacap: Sebagian kecil wilayah barat daya Kab. Kebumen; Sebagian kecil wilayah timur Kab. Sragen dengan kriteria rendah (21 – 50 mm).

Secara akumulasi hujan bulanan, pada Bulan Januari 2021 sebagian wilayah Jawa Tengah memiliki curah hujan >500mm meliputi wilayah Pekalongan, Batang, Wonosobo, Jepara; sebagian besar Kudus, Banjarnegara, Purbalingga; sebagian wilayah Kota Semarang, Kab. Semarang, Cilacap, Banyumas, Brebes, Tegal, Kebumen, Purworejo, Magelang, Boyolali, Temanggung, Kendal, Demak; sebagian kecil wilayah Klaten, Wonogiri, Sragen, Grobogan. Beberapa wilayah yang lain memiliki curah hujan berkisar antara 201 – 400 mm. Sebagian kecil wilayah Jawa Tengah memiliki curah hujan berkisar antara 101 – 200 mm melipiti sebagian besar Kota Tegal; wilayah tengah Cilacap; sebagian kecil wilayah timur Grobogan; sebagian kecil Rembang; sebagian kecil wilayah timur laut Blora.

Prakiraan Hujan Bulan Februari 2021

Prakiraan Curah Hujan wilayah Jawa Tengah bulan Februari 2021 umumnya 301 – 500 mm, kecuali Kab. Banjarnegara dan Purbalingga; sebagian  wilayah Kab. Batang, Pekalongan dan Banyumas; wilayah selatan Kab. Tegal dan Pemalang; sebagian wilyah utara Kab. Kebumen, Purworejo dan Kudus; wilayah barat Kab.Wonosobo; wilayah timur Kab. Karanganyar ; sebagian kecil  wilayah Kab. Brebes, Jepara dan Wonogiri curah Hujan > 500 mm. Sedangkan sebagian besar wilayah Kab. Blora dan Rembang; sebagian wilayah Kab. Pati; wilayah selatan Kab. Wonogiri; sebagian wilayah tengah Kab. Grobogan dan sebagian wilayah barat laut Kab. Brebes curah hujannya 201 – 300 mm

Prakiraan Sifat Hujan bulan Februari 2021 wilayah Jawa Tengah umumnya Normal (N).  Sifat Atas Normal (AN) terkonsentrasi di wilayah selatan Jawa Tengah dan ada beberapa wilayah di bagian timur Jawa Tengah.

Potensi Bencana Hidrometeorologi

Hujan ekstrem sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir,  tanah longsor serta hujan lebat disertai kilat/petir yang dapat membahayakan bagi publik.

Himbauan Kewaspadaan

Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Diharapkan masyarakat tetap selalu memonitor  informasi cuaca dari BMKG Jawa Tengah melalui kanal-kanal yang tersedia, baik melalui :

Website www.iklimjateng.info

Instagram @bmkgjateng

Twitter @bmkg_jateng di twitter

Youtube Staklim Semarang

Masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi risiko bencana di lingkungan tempat tingalnya, karena salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan tingkat risiko di lingkungan tempat kita tinggal, agar dapat menghindari atau mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi yang dapat datang sewaktu-waktu.

Diperbaharui : 02 Februari 2021 Pukul 13.00 WIB

Sukasno, STP., MM

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *