Tambirejo-Grobogan , ( 24-12-2019).  Tahun 2019 hampir berakhir, namun tak menyurutkan langkah nyata untuk terus bekerja demi kesejahteraan warga. Itulah yang dilakukan salah satu OPD yang ada di Kabupaten Grobogan, yaitu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman. Kemarin hari Senin tanggal 23 Desember 2019, bertempat di Balai Desa Tambirejo Tim dari Disperakim Kab. Grobogan mengadakan sosialisasi Pembangunan Sanitasi Sehat Perumahan bagi 25 ( dua puluh lima ) orang perwakilan warga Desa Tambirejo yang telah mendapat bantuan pembangunan tanki spetik individual HALS 2019.  Pada tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten Grobogan mengadakan bantuan pembangunan tanki spetik individual bagi 485 warga yang belum punya, yang tersebar di 6 desa dan kelurahan. Untuk Desa Tambirejo sendiri mendapatkan 30 unit, adapun penerima adalah warga yang telah didata dan diusulkan oleh Kader Posyandu/ Kader kesehatan dari masing- masing dusun di Desa Tambirejo.

Acara Sosialisasi di mulai pukul 13.00. WIB di buka oleh Sekretaris Desa Tambirejo Sarah, SE mewakili Kepala Desa Tambirejo, dilanjutkan acara inti oleh Tim sosialisasi. Dari nara sumber pertama Bapak Darlan, disampaikan mengenai tata pemeliharaan bantuan pembangunan tanki spetik. Tanki septik akan akan penuh kurang lebih 2- 3 tahun, bilamana kok lebih sempai tiga tahun berarti ada kebocoran. Hal ini akan berbahaya karena bakteri ecoli akan menyebar kemana- mana yang bisa menimbulkan beberapa penyakit,diare, tifus, dan lainnya. Dan pula bisa membuat pencemaran air tanah.  Jadi tiap 2-3 tahun harus disedot secara rutin. Adapun nara sumber kedua yaitu Bapak Rudy Laksono menyampaikan mengenai masalah sanitasi dan air bersih sebagai berikut :

  1. Negara dirugikan 1, 2 T pertahunnya karena adanya pengobatan penyakit akibat dari sanitasi dan air bersih, hal ini bisa dikurangi bila Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat berjalan. Adapun program STBM diantaranya adalah :
    1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
    2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
    3. Pengolahan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT)
    4. Pengelolaan Limbah Padat (sampah) di Rumah Tangga.
    5. Pengelolaan Limbah Cair  di Rumah Tangga.

Kelima hal tersebut bila sudah dijalankan oleh masyarakat Indonesia inshaa Allah penyakit akibat buruknya sanitasi akan hilang dari peredaran di bumi  nusantara ini. Namun hal tersebut perlu waktu karena harus mengubah perilaku masyarakat Indonesia.

  1. Ketersediaan air bersih di Grobogan merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan, terutama di daerah selatan kabupaten Grobogan.  Untuk daerah yang dekat pegunungan Kendeng Utara saat ini ketersediaan airnya cukup melimpah. Namun hal tersebut perlu adanya konservasi dengan adanya penghijauan dan reboisasi di pegunungan Kendeng Utara dan tidak pula mengalih fungsikan lahan menjadi lahan tanaman semusim dan lebih baik lagi kalau dijadikan hutan lindung agar ketersediaan air tetap terjaga. Sedangkan untuk yang jauh dari pegunungan Kendeng Utara harus ada upaya untuk menjaga ketersediaan air tanah. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya pembuatan lubang biopori, pembuatan embung, pembuatan sumur resapan dangkal, pembuatan sumur resapan dalam, yang intinya semua itu adalah upaya untuk memanen air hujan. Jadi air hujan tidak langsung mengalir ke parit maupun selokan namun akan meresap kedalam tanah.  Keberhasilan metode ini akan terlihat setelah tiga tahun yang akan datang, nantinya sumur- sumur dangkal akan ada sumber airnya lagi.
  2. Desa Tambirejo yang saat ini banyak tersedia air tanah dengan adanya pompanisasi lewat pembuatan sumur dalam sampai di bawah kedalaman 60 m, hal ini sangat membahayakan ketersediaan air tanah. Perlu adanya gerakan panen air hujan dengan metode di atas, kalau hal ini tidak dilakukan bisa bisa lokasi sumur dalam tersebut nantinya akan ada penurunan tanah seperti kejadian di daerah yang lain. Pemerintah Desa Tambirejo harus memberikan motivasi kepada masyarakat agar gerakan panen air hujan tersebut bisa dilaksanakan terlebih kepada pemilik sumur dalam hal ini sangat vital sekali.

Acara berakhir dan ditutup oleh Kepala Desa Tambirejo Bapak Yakub Raras Puspitanianto, S.Sos., semoga semuanya dapat bermanfaat demi kelestarian alam dan kejahteraan warga . Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *