Toroh-Grobogan ( 11-03-2020). Puskesmas Toroh 1 dalam acara Pertemuan Lintas Sektoral yang betempat di AULA SUKA RASA, tak ketinggalan turut bergerak aktif untuk mensosialisasikan apa yang baru viral di saat ini. Pertemuan yang dihadiri dari berbagai lini yang ada di wilayah Puskesmas Toroh 1, di antaranya Camat Toroh, Kapolsek Toroh, Danramil Toroh, Kepala Desa, Ketua FKD, dan OPD yang ada di Toroh.   Berbagai informasi masalah kesehatan disampaikan dalam acara tersebut oleh Camat Toroh dan Kepala Puskesmas Toroh 1. Dan khusus  masalah VIRUS CORONA  disampaikan oleh dr. Susanti Ariyanti, sbb :

  • Co V adalah virus yang menyebabkan penyakit mulai dari yang ringan sampai berat
  • Awalnya ada 2 jenis virus MERS Cov ( Middle East Respiratory Syndrome ) dan SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrom )
  • Novel coronavirus à virus baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia
  • Virus corona adalah zoonosis ( ditularkan antara hewan dan manusia )

Apa itu Corona Virus?

  • Coronavirus merupakan RNA virus, bersirkulasi di hewan, seperti unta, kucing, dan kelelawar, ular.
  • Hewan dengan coronavirus dapat berkembang dan menginfeksi manusia à kasus MERS dan SARS serta kasus outbreak saat ini (2019-nCoV)
  • Epidemi dua betacoronavirus à SARS(2002) dan MERS(2012) à000 kasus (tingkat kematian 10 % untuk SARS dan 37% untuk MERS)

Definisi Operasional

  1. Pasien dalam Pengawasan
  2. Seseorang yang mengalami
  • Demam > 38 C atau ada riwayat demam
  • Batuk/pilek/nyeri tenggorokan
  • Pneumoni ringan sampai berat
  • Dan disertai minimal 1 kondisi
  • Memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah negara terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala
  • Merupakan petugas kesehatan yang sakit dengan gejala sama setelah merawat pasien dengan ISPA berat tanpa memperhatikan riwayat bepergian
  1. Seseorang dengan ISPA ringan sampai berat dalam waktu 14 hari sebelum sakit memiliki paparan berikut :
  • Memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi nCoV 19
  • Bekerja atau mengunjungi faskes yang berhubungan dengan pasien nCoV 19
  • Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular di China atau negara terjangkit lain
  • Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan
  •  Pasien dalam Pengawasan  SUSPEK
  1. Orang dalam Pemantauan
  • Memiliki gejala demam/ riwayat demam tanpa pneumoni
  • Memiliki riwayat perjalanan ke China atau negara terjangkit
  • Tidak memiliki satu atau lebih riwayat paparan ( kontak erat dengan pasien konfirmasi nCoV 19)
  • Bekerja atau mengunjungi faskes yang berhubungan dengan pasien nCoV 19
  • Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular di China atau negara terjangkit lain

Yang dimaksud kontak erat

  • Petugas kesehatan yang memeriksa dan merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus
  • Orang yang merawat atau menunggui pasien dalam ruangan
  • Orang yang tinggal serumah dengan pasien
  • Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan pasien.
  1. Kasus Probabel

Pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk 2019 nCoV yang belum dapat disimpulkan

  1. Kasus Konfirmasi

Seseorang yang terinfeksi 2019 nCoV dengan hasil pemeriksaan Laboratorium positif

Kematian terkait 2019 nCoV

  • Korban meninggal akibat virus corona di seluruh dunia sampai hari Selasa 10 Maret 2020 mencapai 4009 orang, jumlah kasus sebanyak 114.285 orang dimana 62.841 dinyatakan sembuh ( CNN Indonesia )
  • Paling banyak kasus di China, Italia,Iran, Korea Selatan
  • Dari pasien yang meninggal, pada pasien usia tua dan penyakit penyerta,
  • Pasien termuda yang meninggal usia 48 tahun perempuan dengan memiliki riwayat diabetes dan stroke.

Indonesia?

  • Jumlah kasus positif 2019-nCoV pada tanggal 10 Maret 2020 mencapai 27 orang
  • 2 kasus merupakan terinfeksi dari Cluster Jakarta, 5 kasus impor ( usai pergi ke luar negeri ) dan 1 kasus merupakan infeksi penyebaran lokal yang akan diinvestigasi.

Penularan 2019-nCoV

  • Transmisi dari manusia ke manusia:
    • Via droplet saluran napas seperti batuk dan bersin
    • Kontak dekat personal (menyentuh atau jabat tangan)
    • Menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus disana dan ketika menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan
    • Kontaminasi feses
  • Terdapat kasus, satu pasien, à “a suspected super-spreader” diduga telah menularkan ke 15 staff di satu rumah sakit (serang dokter meninggal)

Tata laksana spesifik untuk 2019 nCov

  • Belum ada
  • Dilaporkan ada yang menggunakan obat ARV
  • Ada yang menggunakan osetalmifir
  • Saat ini belum ada vaksin untuk 2019 nCOv à China mengklaim sudah menciptakan vaksin dan akan dirilis bulan April 2020

Pencegahan

  • W à Wajib cuci tangan
  • U à Usahakan Masker
  • H à Harus cek panas badan
  • A à Awas, jangan berkerumun
  • N à Noda wajah usap dengan tangan bersih

 

  • W à Wijik tanganmu sing resik
  • U à Unggahno penutup irungmu
  • H à Hasile suhu awak tansah diperikso
  • Aà Adohi kumpulane wong akeh
  • N à Ngusap rai tangane kudu resik

Itulah sekilas tentang virus corona yang disampaikan dr. Susanti Ariyanti, semoga semua kita selamat dunia dan akherat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *