Grobogan-Tambirejo (28-02-2019) – Stunting … Ya mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata – kata tersebut, baik dari media cetak, radio, televisi maupun media sosial yang lain pernah meyebut kata stunting.

Di Balai Desa Tambirejo Kecamatan Toroh telah diselenggarakan Kampanye Pencegahan Stunting Wilayah Kecamatan Lokasi Khusus. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dengan peserta yang hadir kurang lebih 120 orang yang terdiri dari Muspika Toroh, Kepala Desa, Ketua FKD , Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Bidan Desa dan Perwakilan Kader Kesehatan dari setiap desa se Kecamatan Toroh. Dari Desa Tambirejo yang hadir adalah Kepala Desa Tambirejo Yakub Raras Puspitanianto, S.Sos, Ketua FKD Tambirejo, Sarah, SE, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tambirejo, Ari Wardhani, SE, Bidan Desa Tri Yatmi, S. Keb dan tiga orang Kader Kesehatan Desa Tambirejo.

Acara tersebut dibuka oleh Camat Toroh, Drs. Muhamad Arifin.  Dalam pembukaan dan sambutannya Camat Toroh menyampaikan bahwa Kesehatan dalah modal utama dalam mengarungi kehidupan, kesehatan jasmani dan rohani harus seimbang. Program kesehatan Pemerintah bisa berjalan bila mana semua stake holder yang ada di masyarakat ikut berperan. Tidak hanya petugas kesehatan saja namun setiap individu juga harus berperan dalam bidang kesehatan. Dengan badan dan jiwa sehat kita bisa produktif, sehingga kebutuhan bisa tercukupi dan tujuan masyarakat sejahtera lahir batin bisa dicapai.

Untuk  Pencegahan Stunting disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Ni Putu Sri Rahayu, S.Sos, M.Kes.  STUNTING adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek untuk usianya. ( Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun).

Stunting disebabkan oleh faktor Multidemensi  diantaranya yaitu :

  1. Praktek pengasuhan yang tidak baik
  2. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan Antenatal Care (ANC), Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas
  • Antenatal Care (ANC): pemeriksaan kehamilan yang diberikan oleh bidan atau dokter kepada ibu selama masa kehamilan untuk mengoptimalisasikan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan ASI, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar)
  • Asuhan Post Natal: pemberian pelayanan asuhan secara menyeluruh kepada ibu pasca melahirkan yang melibatkan peran dan dukungan seluruh keluarga atau sistem yang terkait sehingga tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal.
  1. Kurangnya akses ke makanan bergizi
  2. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi

Dengan multi faktor penyebab terjadinya stunting tersebut harus ditangani secara multi sektor, jadi harus melibatkan semua stake holder yang ada di masyarakat. Maka dalam acara ini selain dari Kecamatan Toroh selain Camat Toroh juga diundang Kepala Polsek Toroh, Komandan Rayon Militer Toroh dan Koordinator UPTD Pendidikan Toroh. Dengan melibatkan semua unsur ini bisa mudah untuk melangkah mencegah stunting di Kecamatan Toroh.

Menurut data Riskesdas 2013,  di Indonesia ada 37 % ( 9 Juta ) anak mengalami stunting. Stunting ini menimbulkan kerugian ekonomi negara sebesar 2%-3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun, jika PDB negara kita Rp. 13.000 triliun pada tahun 2017, diperkirakan kerugian akibat stunting mencapai Rp. 300 triliun per tahun. Invenstasi penurunan stunting berpotensi dapat mencapai keuntungan 48 kali lipat ( Kepala Bappenas Stunting Summit  28 Maret 2018). Selain hal tersebut Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas, dampak kedepannya menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan serta kesenjangan. Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 Hari Pertama Kehidupan ,Gizi Tepat, Pencegahan Penyakit menjadikan Tumbuh  Kembang Optimal . dapat dilihat sebagaimana kerangka berikut :

Acara dilanjutkan dengan membuat Rencana Kerja Tindak Lanjut ( RKTL) per desa di Kecamatan Toroh yang dipandu oleh Ibu Wiwik dari Dinas Kesehatan Kab. Grobogan. Penutupan dilakukan oleh Kepala Pusksemas Toroh 1 , dr. Wiwik Wibawa, sebelumya disampaikan bahwa apa yang menjadi rencana kerja tindak lanjut hari ini merupakan bagian yang terkait dengan hasil Survai Mawas Diri ( SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD) yang sudah dilaksanakan pada bulan Januari 2019. Semoga dengan kegiatan ini bisa menambah wawasan stake holder kesehatan yang ada di desa dan bisa diterapkan di desa, sehingga bisa tercapai Indonesia Sehat 2020. Semoga semuanya mendapatkan ridha Allah swt. Aamiin.(admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *