Jama’ah sholat Idul Fitri Dusun Sendangsari sampai meluber ke jalan dan halaman rumah sekitar masjid (dok. Agus)

Tambirejo-Grobogan (13-05-2021). Hari ini merupakan lebaran kedua dimasa Pandemi Covid 19. Dan jauh sebelumya Kementerian Agama RI telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tanggla 6 Mei 2021,  tentang Panduan Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri  Tahun 1442 H disaat Pandemi Covid.  Pemerintah Desa sendiri telah menyebarkan surat edaran tersebut kepada BKM se Desa Tambirejo.  Dan alhamdulillah Surat Edaran tersebut ditaati oleh BKM dan warga masyarakat Desa Tambirejo.

Hal ini terlihat sejak pagi masyarakat muslim Desa Tambirejo berduyun- duyun mendatangi masjid masid yang ada di dusunnya masing-masing. Warga datang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, hadir di masjid dengan menggunakan masker,  membawa sajadah dan  telapak tangannya bersedia disemprot handsanitazer sebelum masuk ke masjid. BKM sendiri juga sudah mengatur jarak shaf masjid, menyediakan handsanitazer,  dan menyampaikan bahwa jamaah tidak usah bersalam- salaman.

Aturan penyelenggaraan sholat  Idul Fitri kali ini lebih longgar dibanding dengan tahun  lalu, tahun lalu bahkan sholat idul fitri disarankan dilaksanakan  di rumah masing- masing.  Memang juga ada larangan mudik, namun juga banyak yang melangar, dan untuk Desa Tambirejo sampai hari ini ada kurang lebih 143 ( seratus empat puluh tiga )  jiwa yang mudik, namun hal ini jauh dibanding tahun lalu yanga ada lebih dari 600 ( enam ratus ) jiwa

Jama’ah putri sholat Idul Fitri Dusun Sendangsari tetap prokes ( dok. Agus)

Di tempat penulis sholat idul fitri dilaksanakan di masjid Baitul Muttaqin Dusun Sendangsari  juga dengan protokol kesehatan ketat. Khutbah disampaikan olah Kyai Muhammad Gufron dengan waktu kurang dari 20 ( dua puluh menit) dengan materi yang singkat dan mudah dicerna oleh jamaah. Adapun  sebagaian materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :

  1. Kita harus  tetap bersyukur meskipun dalam pandemi masih bisa melaksanakan ibadah dengan tenang meskipun dengan protokol kesehatan
  2. Kita harus bersyukur hidup di Indonesia karena tidak akan kebingungan dalam menjalankan ibadah dalam musim pandemi , karena banyak alim yang menuntun kita tata cara ibadah yang sah dalam era pandemi
  3. Kita harus bersyukur karena kita bisa menikmati hidangan disetiap, karena tidak kekurangan bahan pangan, Kita lihat saudara Muslim kita di Palestina yang setiap waktu ada desingan roket maupun peluru , untuk beribadah saja sulit apalagi menikmati hidangan
  4. Kita menjalani kehidupan dengan santai,  karena kita  hidup  dengan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Kita harus saling memaafkan kepada sesama, meskipun tidak bertemu maupun berjabat tangan.

Adapun di masjid masjid dusun lainnya juga kurang lebih sama, tetap menyelenggarakan sholat idul fitri dengan protokol kesehatan, sehingga lokasi sholat pun akhirnya meluas sampai di halaman masjid, jalan raya dan pekarangan warga di sekita masjid. Dan hal tersebut telah disediakan oleh Badan Kemakmuran Masjid setempat agar pelaksanaan ibadah bisa lancar dan aman. Semoga semuanya mendapatkan ridha Allah SWT, dan pandemi covid 19 seera berakhir di mayapada  ini. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *